Hai sobat tanilokal yang saya cintai, sudahkah anda makan buah pare, bagaimana rasanya, tentu saja pahit yang tak terkira. kali ini saya akan bercerita tentang apa itu buah pare, mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Pare populer dengan rasanya yang pahit. Namun di balik rasanya yang pahit, pare menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Saat nama buah pare disebut yang terlintas pertama kali di benak kebanyakan orang adalah rasanya yang pahit dan warna pare yang hijau. Memang, buah pare terkenal dengan rasa pahit, meski rasanya pahit, tidak sedikit orang yang suka mengkonsumsi pare.

Biasanya masyarakat memanfaatkan pare sebagai bahan makanan seperti diolah menjadi siomay atau sayuran, rupanya pare tidak hanya tumbuh dan berkembang di Indonesia, pare juga tumbuh di Jepang, Filipina, India dan China.

Tahukah ada bila pare terdapat tiga jenis yakni pare hijau, pare putih dan pare ular. Pare hijau merupakan jenis pare yang banyak dikonsumsi masyarakat tanah air. Sesuai dengan namanya, pare hijau memiliki warna hijau dengan rasa pahit. Buah pare hijau berbentuk lonjong dengan permukaan kulit berbintil.

Kandungan Pare
Sama dengan buah dan sayuran lainnya, pare mengandung tinggi serat.. Tidak hanya itu, pare juga kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Dalam 100 gram buah pare segar mengandung serat 1,6 gram, kalsium 288 mg, beta karoten 110 mg, kalium 270 mg, tiamine 0,06 mg, riboflavine 0,07 mg. Tidak hanya buahnya, daun pare juga mengendung banyak vitamin dan mineral. 100 gram daun pare segar mengandung kalsium 264 mg, besi 5 mg, fosfor 666 mg, vitamin A 0,05 mg, vitamin C 170 mg dan folasan 88 mg. Kandungan tersebutlah yang membuat pare banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Syarat Tumbuh Pare
Untuk melakukan budidaya tanaman pare sebenarnya sangatlah mudah. Pare dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dengan ketinggian tempat sampai 1.500 m dpl. Dapat tumbuh dengan optimal pada tanah dengan pH 5-6, banyak mengandung humus dan gembur. Tanaman pare tidak banyak memerlukan penyinaran matahari sehingga dapat tumbuh ditempat yang agak teduh / ternaungi.

Penanaman Pare
Tanaman pare dikembangkan dengan menggunakan biji. Kebutuhan benih untuk luas lahan 100 m2 sebanyak 70 gram. Sebelum ditanam benih diseleksi dengan memasukkan air ke dalam benih. Benih yang mengambang harus dibuang, sedangkan benih yang tenggelam dapat ditanam. Benih bisa langsung ditanam dilahan atau disemai dahulu.
Lahan yang akan ditanami pare dicangkul hingga gembur, lalu dibuat bedengan dengan lebar 1,5 m, tinggi 25 cm dan panjang menyesuaikan lahan. Tanah dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 1 kuintal untuk lahan 100 m2. jarak tanam 0,75 m x 0,75 m. Lubang tanaman ditugal dengan kedalaman 3-5 cm. Benih dimasukkan ke dalam lubang tanaman sebanyak 2-3 biji pare. Setelah itu ditutup dengan tanah. Selang 4-7 hari setelah tanam biji pare dapat tumbuh.

Pemeliharaan Tanaman Pare
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Namun apabila curah hujan tinggi harus diperhatikan selokannya agar air tidak menggenag dilahan. Setelah berumur dua minggu atau tinggi tanaman mencapai 50 cm, dibuat para-para setinggi 1,5-2 meter. Hal ini dibuat dengan tujuan untuk merambatkan sulur-sulur tanaman. Perambatan pare dapat pula dilakukan dengan ajir atau lanjaran yang bisa terbuat dari bambu.

Setelah berumur tiga minggu, tanaman pare sudah bercabang dan sebaiknya cabang-cabang tersebut dipotong atau dilakukan pemangkasan agar tunas tumbuh menyebar sehingga bisa produksi lebih banyak. Pilih dua cabang yang paling besar dan sehat. Sisa cabang lainnya yang tumbuh di batang hingga ketinggian 1,5 m dari permukaan tanah harus dipangkas. Pemangkasan kedua bisa dilakukan pada saat umur 6 minggu dengan memangkas cabang yang telah tua dan tidak tumbuh lagi serta daun-daun tua maupun cabang yang rusak karena hama penyakit.
Selain pupuk organik, pupuk buatan juga diberikan pada tanaman pare. Bisa diberikan pupuk NPK sebanyak 2-3 kg per 100 m2 atau menggunakan Urea, TSP, KCI dengan perbandingan 1:2:2 sebanyak 15 gram tiap tanaman (3gram Urea, 6 gram TSP dan 6 gram KCI). Pemupukan dilakukan dengan cara menimbun pupuk di sekeliling tanaman sejauh 10 cm dari batangnya. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur satu bulan bersamaan dengan penyiangan.
Setelah tanaman berumur 1,5-2 bulan pare mulai berbunga dan bunga betina yang muncul dapat menjadi buah. Bunga pare berwarna kuning dan bertangkai panjang.

Pare

Tanaman pare jarang terserang hama penyakit, namun ada beberapa hama dan penyakit yang dapat menerang pare diantaranya adalah:
Hama lembing atau oteng-oteng (Epilachma sparsa). Hama ini berbentuk lembing bulat, warnanya merah dengan bercak hitam sebanyak 12-26 buah. Hewan ini menyerang daun dan pada serangan yang parah daun habis sehingga yang tersisa hanya tulang daunnya saja.
Cara pengendaliannya antara lain dapat dilakukan dengan memungut telur, larva atau lebingnya ditangkap lalu dimatikan. Dapat pula dilakukan dengan rotasi tanaman. Apabila sudah parah dapat diaplikasikan insectisida berbahan aktif karbaril (Sevin 85 SP, Truper 3 GR).


Penyakit embun bulu (Pseudoperenospora cubensis). Gejalanya terlihat apabila daun bagian atas terdapat bercak kuning, sementara daun bagian bawah terdapat bulu-bulu berwarna ungu. Langkah pencegahan adalah dengan menjaga kondisi lahan agar tidak terlalu lembab. Apabila sudah parah dapat diaplikasikan fungisida dengan bahan aktif propineb (Trivia 73 WP), mandipropamid (Revus 250 SC), metalaksil (Metalax 35 SD).
Lalat buah ( Dacus cucurbitae Cog). Lalat buah menyerang pare dengan cara meletakkan telurnya di dalam buah. Setelah menetas, ulatnya memakan buah sehingga menjadi rusak. Daging buah tidak dapat dimakan karena busuk dan berair dengan ratusan belatung. Tampak luar daging buah sehat tapi setelah dibuka terlihat daging buah penuh dengan belatung. Apabila menyerang batang, maka batang akan membengkak seperti bisul. Untuk mencegah hama tersebut dapat dilakukan pembungkusan buah muda dengan menggunakan kertas atau daun pisang kering. Dapa juga dengan menggunakan insec trap yang ditaruh disekitar tanaman pare, sehingga lalat buah yang ada disekitar dapa ditangkap dan mati dalam tangkapan tersebut.

Melakukan penyiangan dan pembubunan serta memelihara kebersihan sekitar tanaman dari gulma dan sisi tanaman yang membusuk, harus dilakukan sebab kondisi seperti itu sesuai dengan tumbuh dan berkembangnya lalat buah. Apabila sudah ada serangan dapat dikendalikan dengan jalan menyemprotkan insectisida berbahan aktif deltametrin (Decis 25 EC). Profenofos (Curacron 500 EC), imidakloprid (Winder 25 WP).

Panen dan Pasca Panen
Buah pare dapat dipanen sekitar umur 2,5 bulan setelah tanam. Buah pare yang dipanen sebaiknya tidak terlalu tua karena akan mempengaruhi rasa. Tanaman pare yang siap panen apabila buahnya sudah memiliki bintil-bintil dan keriputnya masih agak rapat serta alurnya belum melebar. Pemanenan pare yang terlambat akan menyebabkan buah pare tidak enak dimakan.
Cara panen pare adalah dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting. Tanaman yang terawat dapat menghasilkan 30 buah pare setiap pohonnya. Penanganan pasca panen dilakukan dengan mengumpulkan pare ke dalam keranjang bambu secara teratur dan rapi. Agar kulit pare tidak rusak, diusahakan jangan terlalu banyak gesekan, termasuk dalam pengangkutan diusahakan jangan sampai terjadi guncangan yang keras. Agar tahan lama, pare dapat disimpan pada suhu 10-20 derajat selsius. Panen par dapa dilakukan dengan interval 5-7 hari hingga umur 4 bulan.

Manfaat Pare untuk Kesehatan
Sudah bukan rahasia bila buah dan daun pare mengandung banyak vitamin dan mineral. Pare pun masuk sebagai tanaman herbal yang dipercaya mampu mencegah dan mengobati sejumlah penyakit ringan sampai kronis.

Berikut ini manfaat pare untuk kesehatan tubuh yang harus anda ketahui
Menurunkan Demam
Buah pare mengandung charantin dan alkaloid pahit yakni momordisin. Zat tersebut bermanfaat untuk menyembuhkan demam. Tidak hanya buahnya, daun pare juga berkhasiat menurunkan demam.


Mengobati Diabetes
Pare disebut-sebut sebagai anti diabetes. Faktanya, tidak hanya mencegah diabetes, pare juga bermanfaat sebagai obat diabetes melitus alias kencing manis.
Pare mengandung lektin yang memiliki aktivitas seperti insulin. Lektin mampu menurunkan konsentrasi glukosa darah dengan bekerja pada jaringan periferal yang fungsinya seperti insulin. Tidak hanya itu, pare juga mengandung flavanoid dan alkaloid yang merangsang pangkreas memproduksi insulin lebih banyak untuk mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes. Pare juga mengandung senyawa aktif saponin, karantin dan glikosida yang bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Obat Cacing
Selain mengobati demam dan diabetes, pare juga ampuh sebagai obat cacing. Ekstrak pare memiliki efek antihelmintik yang ampuh melawan cacing. Selain itu, pare juga ampuh melancarkan pencernaan serta meredakan kambung.
Anti Kanker
Tidak hanya menjadi obat, pare juga bermanfaat sebagai penangkal kanker. Hal ini disebabkan pare mengandung antioksidan tinggi.
Sariawan
Daun pare mampu menyembuhkan sariawan. Jangan heran, daun pare kaya akan vitamin C dan juga senyawa aktif yang ampuh menyembuhkan sariawan. Daun pare bisa jadi opsi menyembuhkan sariawan untuk anda yang enggan menggunakan obat sariawan.
Obat Jerawat


Anda bermasalah dengan jerawat? Pare bisa jadi solusinya, pare mengandung antioksidan dan antimikroba yang mampu menghilangkan racun dalam darah. Tidak hanya itu, pare juga bisa meningkatkan sirkulasi darah. Hal inilah yang membuat pare efektif mengobati jerawat dan penyakit kulit lainnya seperti kurap, bisul dan gatal-gatal.
Obat Sembelit
Pare kaya akan serat, hal inilah yang membuat pare bermanfaat untuk menjaga proses pencernaan. Bisa jadi solusi untuk anda yang enggan minum pencahar saat menderita sembelit.

Pare memang kaya akan manfaat, namun tidak berarti anda bisa mengkonsumsi sembarangan dalam jumlah banyak. Dalam sebuah penelitian menunjukkan konsumsi pare dalam jangka waktu lama berpotensi mematikan sperma, memicu impotensi, merusak buah zakar dan merusak hati. Maka sebaiknya anda mengkonsumsi pare secukupnya agar tidak sampai memicu efek samping.

Manfaat dan Cara Menanam Buah Anggur

Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung. Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya.  Lihat Selengkapnya…

Cara Memilih dan Budidaya Buah Strawberry

Tanaman strawberry merupakan salah satu tanaman buah yang populer ditanam di daerah dengan hawa sejuk atau bahkan dingin. Akan tetapi, tak sedikit pula orang yang ingin mengetahui cara menanam strawberry yang tepat. Hal ini tak terlepas dari tingginya permintaan tanaman strawberry yang bisa membuka peluang untuk membuka usaha budidaya strawberry. Maka dulur harus mengetahui hal-hal yang penting dalam memulai budidaya strawberry salah satunya berikut. Lihat Selengkapnya…

Artikel menarik lainnya:

Kalau anda suka dengan konten ini, silahkan bagikan kepada teman ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.